PEMBUATAN
TELUR ASIN
(
Implementasi Proses Osmosis )
Disusun
Oleh :
XI-IPA
2
Eneng
Yunengsih
Nira
Susanti
Siti
Tisas Sitra Sanana
DINAS
PENDIDIKAN KABUPATEN BOGOR
SMA
NEGERI 1 CARINGIN
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena
dengan rahmat dan karunia-Nya makalah implementasi proses osmosis dapat terselesaikan dengan cukup baik.
Dalam penyusunan
makalah ini kami masih menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman
dalam impelentasi proses osmosis, menjadikan keterbatasan pula untuk memberikan
penjabaran yang lebih dalam, dalam masalah ini, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu di harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Harapan, semoga
makalah ini membawa manfaat bagi kita, setidaknya uuntuk sekedar membuka
cakrawala berpikir kita tentang implementasi proses osmosis.
Akhir kata, terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.
Terutama kepada rekan satu kelompok atas kerjasamanya, dan guru pembimbing yang
telah membimbing dalam penyusunan makalah ini.
Bogor, 05
September 2015
Penulis,
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR
ISI ..................................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.................................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah.............................................................................................. 1
C.
Tujuan
Penelitian............................................................................................... 1
BAB II KAJIAN
TEORI
A.
Transportasi Zat................................................................................................ 2
B.
Osmosis............................................................................................................. 3
C.
Telur Asin.......................................................................................................... 4
D.
Implementasi
Telur Asin Sebagai Peristiwa Osmosis........................................ 5
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. WaktuPenelitian ............................................................................................... 6
B. Tempat Penelitian ............................................................................................. 6
C. Alat dan Bahan ................................................................................................. 6
D. Cara kerja .......................................................................................................... 6
BAB IV HASIL
PENGAMATAN
A.
Hasil
Pengamatan.............................................................................................. 8
1.
Tabulasi ....................................................................................................... 8
2.
Grafik ......................................................................................................... 8
3.
Deskripsi ..................................................................................................... 8
B.
Pembahasan ...................................................................................................... 9
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan........................................................................................................ 11
B.
Saran ................................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Osmosis adalah perpindahan molekul air melalui selaput
semipermiabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat.
Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan
dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi
melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang
dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel
selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding
dengan tekanan turgor.
Telur yang
direndam didalam larutan garam akan mengalami osmosis karena telur tersebut
ditempatkan ditempat/lingkungan yang konsentrasinya lebih encer/rendah daripada
di dalam telur (isi telur). Telur sebagai sel tunggal yang terbungkus cangkang
yang memiliki pori-pori dan merupakan membran yang bersifat selektif permeabel,
kuning telur sebagai inti. Hal itu menyebabkan air garam masuk ke dalam telur
melewati membran/cangkang telur karena konsentrasi di dalam lebih tinggi
daripada di luar, sehingga telur menjadi asin. Hal ini juga sesuai dengan
pengertian osmosis yaitu proses perpindahan molekul-molekul zat terlarut dari
konsentrasi rendah (hipotonis) ke konsentrasi tinggi (hipertonis).
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah :
1. Bagaimanakah proses implementasi
pada pembuatan telur asin?
2. Gizi apakah yang terkandung dalam
telur asin?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian pada praktikum ini, adalah :
1.
Untuk lebih mengetahui secara detail
tentang proses implementasi pada pembuatan telur
asin,
2.
Memahami tentang proses implementasi pada pembuatan
telur asin,
3. Menambah
pengetahuan tentang proses
implementasi pada pembuatan telur asin.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Transpor Zat
Transpor zat yang terjadi pada sel, baik
antarsel maupun organel sel dapat melalui dua cara, yakni transpor pasif dan
transpor aktif.
1.
Transpor Pasif
Transpor
pasif merupakan transpor ion, molekul, senyawa dari luar atau dalam sel tanpa
memerlukan energi. Zat-zat yang ditranspor bergerak dari daerah berkonsentrasi
tinggi hingga daerah berkonsentrasi rendah. Proses transpor pasif ini dapat
terjadi secara difusi dan osmosis.
a.
Difusi
Difusi
adalah penyebaran molekul zat dari konsentrasi (kerapatan) tinggi ke
konsentrasi rendah tanpa menggunakan energi. Secara spontan, molekul zat dapat
berdifusi hingga mencapai kerapatan molekul yang sama dalam satu ruangan.
Sebagai contoh, setetes parfum akan menyebar ke seluruh ruangan (difusi gas di
dalam medium udara). Molekul dari sesendok gula akan menyebar ke seluruh volume
air di gelas meskipun tanpa diaduk (difusi zat padat di dalam medium air),
hingga kerapatan zat tersebut merata.
b.
Osmosis
Osmosis
adalah perpindahan ion atau molekul air (dari kerapatan tinggi ke kerapatan
rendah dengan melewati satu membran. Osmosis dapat didefinisikan sebagai difusi
lewat membran.
Membran sel dapat dilewati zat-zat
tertentu yang larut dalam lemak, zat-zat yang tidak bermuatan (netral),
molekul-molekul asam amino, asam lemak, gliserol, gula sederhana, dan air.
Zat-zat yang merupakan elektrolit lemah lebih cepat melewati membran daripada
elektrolit kuat. Contoh zat-zat yang dapat melewati membran dari yang paling
cepat hingga yang paling lambat antara lain: Na+, K+, Cl , Ca2+, Mg2+, SO42-,
Fe3+. Membran sel bersifat permeabel terhadap zat-zat yang mudah melewati
membran.
2.
Transpor Aktif
Transpor aktif adalah perpindahan
molekul atau ion dengan menggunakan energi dari sel itu. Perpindahan tersebut
dapat terjadi meskipun menentang konsentrasi. Contoh transpor aktif adalah
pompa Natrium (Na+)-Kalium (K+), endositosis, dan eksositosis.
a. Endositosis dan Eksositosis
Endositosis artinya
pemasukan zat ke dalam sel, sedangkan eksostosis artinya
pengeluaran zat dari dalam sel. Proses ini tergolong transpor aktif dan melawan
dapat gradien kadar (dari konsentrasi rendah ke tinggi). Contoh endositosis
adalah fagositosis dan pinositosis. Fagositosis
(phagein = memakan; chytos = sel) adalah proses di mana membran plasma satu sel
membungkus partikel dari lingkungan luar dan menangkapnya dalam satu vakuola
makanan. Vakuola kemudian menyatu dengan lisosom membentuk.
Heterofagosom dan lisosom mencerna
atau menghancurkan partikel tersebut. Contohnya sel darah putih dan sel ameba
yang memakan bakteri. Sel-sel tersebut membungkus bakteri dan menangkapnya
dalam satu vakuola makanan. Selanjutnya bakteri akan dicerna oleh lisosom.
Pinositosis (pinein = meminum) adalah peristiwa sel memakan sel memakan zat
cair dan membentuk sebuah gelembung. Cairan yang dimakan itu dimasukkan dalam
vakuola makanan.
B. Omosis
Osmosis adalah perpindahan molekul air melalui selaput
semipermiabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat.
Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat
terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis
merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan
meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi
bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut
melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang
lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor.
Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini
bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu
sendiri.
1. Faktor yang
mempengaruhi Osmosis :
a.
Ukuran molekul yang meresap: Molekul yang lebih kecil
daripada garis pusat lubang membran akan meresap dengan lebih mudah.
b.
Keterlarutan lipid: Molekul yang mempunyai
keterlarutan yang tinggi meresap lebih cepat daripada molekul yang kelarutan
yang rendah seperti lipid.
c.
Luas permukaan membran: Kadar resapan menjadi lebih
cepat jika luas permukaan membran yang disediakan untuk resapan adalah lebih
besar.
d.
Ketebalan membran: Kadar resapan sesuatu molekul berkadar
songsang dengan jarak yang harus dilaluinya. Berbanding dengan satu membran
yang tebal, kadar resapan melalui satu membran yang tipis adalah lebih cepat.
e.
Suhu: Pergerakan molekul dipengaruhi oleh suhu. Kadar
resapan akan menjadi lebih cepat pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan suhu
yang rendah.
C. Telur Asin
Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang
lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan
harganya relatif murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur
berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Telur terdiri dari
13% protein, 12% lemak, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur
terdapat pada bagian kuning telur. Kuning telur mengandung asam amino esensial
yang dibutuhkan serta mineral seperti: besi, fosfor, sedikit kalsium, dan
vitamin B kompleks. Sebagian protein dan semua lemak terdapat pada kuning
telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60% dari seluruh bulatan telur
mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. Kelemahan telur yaitu
memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan
akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu usaha
pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur.
Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang
diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan
enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak
menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Telur asin baik dikonsumsi
dalam waktu satu bulan (30 hari).
Di Indonesia, terutama di pulau Jawa telur asin biasanya diproduksi dari
telur bebek pelari (Anas platyrhynchos domesticus) yang memiliki ciri
khas cangkang telur yang berwarna hijau-kebiruan.
Sebagian besar telur yang biasa di buat untuk telur asin adalah telur itik.
Keuntungan dalam pengawetan telur asin adalah,
1.
Telur yang di asinkan bersifat stabil, dapat di simpan
tanpa mengalami proses perusakan
2.
Dengan pengasinan, rasa amis telur berkurang tidak
berbau busuk, dan rasanya enak.
D. Implementasi Telor Asin Sebagai
Peristiwa Osmosis
Pengasinan telur umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu
perendaman dalam larutan garam dan pemeraman oleh adonan campuran garam dengan
tanah liat, atau abu gosok atau bubuk bata merah Prinsip kedua cara tersebut
adalah dehidrasi osmosis, yaitu proses pengurangan air dari bahan dengan cara
membenamkan bahan dalam suatu larutan ber- konsentrasi tinggi, larutan tersebut
mempunyai tekanan osmosis tinggi. Dehidrasi osmosis (osmotic
dehydration) merupakan proses perpindahan massa secara simultan (countercurrent
flows) antara keluarnya air dari bahan dan zat terlarut berpindah dari
larutan ke dalam bahan. Perpindahan massa osmosis dinyatakan sebagai kehilangan
air dan penambahan padatan, SG, solid
gain). Aplikasi dehidrasi osmosis dalam proses pengasinan, terlihat dengan
keluarnya air dari dalam telur bersamaan dengan masuknya larutan garam ke dalam
telur.
Garam (NaCl) akan masuk ke dalam telur dengan cara merembes
melalui pori-pori kulit, menuju ke bagian putih, dan akhirnya ke kuning telur.
Garam NaCl mula-mula akan diubah menjadi ion natrium (Na+) dan ion
chlor (Cl-). Ion chlor inilah yang sebenarnya berfungsi sebagai
bahan pengawet, dengan menghambat pertumbuhan mikroba pada telur. Makin lama
dibungkus dengan adonan, makin banyak garam yang merembes masuk ke dalamnya,
sehingga telur menjadi semakin awet dan asin. Lamanya telur dibungkus adonan
ini harus disesuaikan dengan selera masyarakat yang akan mengonsumsinya.
Pada proses pembuatan telur asin terjadi pertukaran ion yang
bersifat stokiometri, yakni satu H+ diganti oleh suatu Na+.
Pertukaran ion adalah suatu proses kesetimbangan dan jarang berlangsung lengkap
. Ion Na didapatkan dari garam sedangkan ion H+ berasal dari air .
Dengan demikian, ion Na masuk kedalam telur dan kadar air berkurang, akibatnya
telur menjadi asin.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu Penelitian
Waktu penelitian pada hari Kamis,
27 Agustus 2015.
B. Tempat Penelitian
Tempat
di laksanakannya penelitian di jln. May Jen He.Sukma km 13 desa telukpinang,
kp. Cibolang Ciawi – Bogor. Lebih tepatnya di rumah Siti Tisas Sitra Sanana.
C. Alat dan Bahan
Alat-alat
:
1.
1
lembar ampelas halus / kertas gosok.
- 1 buah toples dan alat pengaduk.
- Wadah untuk meredam telur.
- Timbangan.
Bahan-bahan
:
1.
Telur
ayam dengan kualitas baik, sebanyak 4 butir.
- 250 gram garam dapur.
- 400ml air bersih.
D. Cara Kerja
Cara kerja untuk membuat telor asin
seperti berikut,
1. Bersihkan telur terlebih dahulu
dengan cara dicuci sampai bersih, keringkan.
- Gosok telur dengan ampelas untuk membuka pori-pori telur. Langkah ini agar garam mudah menyerap.
- Siapkan larutan pengasin yang dibuat dengan melarutkan garam kedalam air,
- Rendam telur yang telah dibersihkan kedalam larutan pengasin.
- Simpan ±10 hari.
- Setelah proses perendaman, keringkan telur.
- Proses akhir yaitu dengan merebus atau mengkukus telur hingga matang.
- Telur asin siap disajikan.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1.
Tabulasi
Berat awal
|
Hari ke 2
|
Hari ke 4
|
Hari ke 6
|
Hari ke 8
|
Hari ke 10
|
60,4 gram
|
61,6 gram
|
62,6 gram
|
63,5 gram
|
64,6 gram
|
65,2 gram
|
2.
Grafik

3.
Deskripsi
Pada awal kegiatan percobaan
membuat telur asin, yang berbahan dasar telur ayam. Di laksanakan pada hari kamis 27 Agustus 2015, di rumah
Siti Tisas Sitra Sanana yang berada di jln. MayJen HE.Sukma km.13 desa telukpinang
Ciawi-Bogor.
Pada awalnya berat telur sebesar
60,4 gram, kondisi telur normal volume larutan garam 400ml, kondisi larutan
garam terdapat endapan berwarna putih, berbau garam. Pada pengamatan hari ke dua berat telur 61,6
gram kondisi telur normal, kondisi larutan garam masih terdapat endapan
berwarna putih, berbau garam. Pada pengamatan hari ke empat berat telur 62,6
gram. Pada pengamatan hari ke enam berat telur 63,5 gram. Pada pengamatan di hari ke delapan berat
sebesar 64,6 gram. Pada pengamatan di
hari ke sepuluh berat bertambah sebesar 65,2 gram, kondisi telur bertambah
besar, volume larutan garam menjadi 230 ml, kondisi larutan garam terdapaat
endapan berwarna putih dan hitam, berbau garam dan amis.
A. Pembahasan
Telur yang direndam di dalam
larutan garam akan mengalami osmosis karena telur tersebut ditempatkan di
tempat atau lingkungan yang konsentrasinya lebih encer daripada di dalam telur.
Anggap telur sebagai sel tunggal yang terbungkus cangkang yang memiliki
pori-pori dan merupakan membran yang bersifat selektif permeable, kuning telur
sebagai inti. Oleh karena itu, hal ini menyebabkan air dan garam masuk ke dalam
telur melewati membran/cangkang telur karena konsentrasi di dalam lebih tinggi
daripada di luar, sehingga telur menjadi asin setelah perendaman ±10 hari, hal ini sesuai dengan
pengertian osmosis yaitu proses perpindahan molekul-molekul zat terlarut dari
konsentrasi rendah(hipotonis) ke konsentrasi yang lebih tinggi(hipertonis).
Hal ini dibuktikan ada tidaknya molekul
yang masuk, berat telur bertambah, hal tersebut menunjukkan bahwa volume telur
bertambah akibat masuknya sesuatu molekul ke dalam telur, dalam hal ini air dan
garamlah yang masuk ke telur, dan bukti lain yang menunjukkan bahwa air
tersebut masuk ke dalam telur adalah berubahnya volume air setelah perendaman.
Volume air setelah merendam telur selama ±10 hari lebih sedikit daripada volume air pada saat
sebelumnya. Hal ini menunjukkan air masuk ke dalam telur bukan isi telur yang
keluar.
Dalam mempersiapkan telur yang
akan direndam, telur sebaiknya diamplas dahulu. Karena hal tersebut dapat
mengikis kalsium yang ada di cangkangnya dan dapat mempermudah molekul agar
dapat masuk ke dalam telur. Larutan garam dapat berfungsi sebagai pengawet
karena garam dapat membunuh mikroorganisme dan mikroorganisme pun tidak dapat
hidup di lingkungan ini.
Telur asin yang di buat dengan
memakai abu gosok pada dasarnya sama dengan telur asin yang dibuat dengan
larutan garam, hanya saja telur yang direndam lebih terjamin mutunya dibanding
yang memakai abu gosok karena telur hanya kontak dengan larutan garam saja dan
pembuatannya pun juga lebih steril dan bersih.
Berat telur bertambah dan volume
air berkurang dikarenakan molekul air dan garam bergerak masuk ke dalam telur
karena larutan garam lebih hipotonis dibanding isi telur yang hipertonis.
Sehingga menyebabkan hemolisis atau masuknya molekul air dan garam ke dalam
telur, sehingga berat telur bertambah tetapi volume air di luar berkurang.
Semakin encer larutan
garam(jumlah garam lebih sedikit) maka akan semakin lama pula proses
pengasinan, karena garam yang masuk lebih sedikit dibandingkan dengan garam
yang masuk ke dalam telur ketika berada di larutan yang pekat(garam yang lebih
banyak).
BAB V
PENUTUPAN
A. Kesimpulan
Proses perpindahan molekul yang
terjadi pada percobaan telur asin ini adalah osmosis.Peristiwa osmosis pada
percobaan kali ini adalah perpindahan molekul air dan garam dari konsentrasi
rendah(larutan garam) ke konsentrasi tinggi(telur).Peristiwa osmosis ini
mempengaruhi berat dan ukuran telur, pada percobaan kali ini, berat dan ukuran
telur bertambah besar karena larutan garam masuk ke dalam telur dan juga
mempengaruhi volume larutan di luar telur bakteri dan mikroorganisme tidak
mampu hidup di larutan garam, maka seringkali kita mengawetkan makanan dengan
cara mengasinkan makanan tersebut sebagai contoh, telur asin.Cangkang pada
telur merupakan membran yang memiliki pori-pori dan bersifat selektif
permeable, sehingga molekul air dan garam dapat masuk. Pengamplasan pada telur
ayam dimaksudkan untuk mengikis kalsium agar mempermudah molekul dapat
masuk.Peristiwa osmosis ini dapat mempengaruhi kondisi di dalam telur.
Telur asin juga memiliki nilai
gizi yang tinggi yaitu, terdiri dari 13% protein, 12% lemak, serta vitamin,
dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuning telur. Kuning
telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti:
besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein dan
semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya
sekitar 60% dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit
karbohidrat.
B. Saran
Adapun yang di sarankan agar
makalah ini bisa lebih baik adalah sebagai berikut:
1. Efesiensikan waktu agar tidak
terjadi kesalahan dalam pembuatan makalah ini.
2.
Berhati
hati-hatilah agar telur tidak pecah dan toples harus dipastikan rapat agar
udara tidak masuk kedalam telur yang dapat membuat telur menjadi busuk.
3. Perebusan telur asin sebaiknya lebih
lama, karena perebusan yang kurang lama menyebabkan tekstur telur masih cair.
4.
Carilah
materi bukan hanya satu sumber tetapi carilah dari berbagai sumber
http://kumpulanmakalahilmiah.blogspot.com/2011/04/cara-pembuatan-telur-asin.html. Diakses pada 25 Agustus 2015
http://blog.tp.ac.id/tag/karya-ilmiah-telur-asin. Diakses pada
25 Agustus 2015
http://berandagustinjuna.blogspot.com/2013/11/makalah-pembuatan-telur-asin.html. Diakses pada 25 Agustus 2015.
http://njuznya.blogspot.com/2009/05/laporan-biologi-pembuatan-telur-asin.html.
Diaksespada25 Agustus 2015.
http://deboraprimera.blogspot.com/2012/05/proses-yang-terjadi-pada-saat.html. Di akses pada 25 Agustus 2015.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar